<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dunia Menginginkan Perdamaian! </title>
	<atom:link href="http://pazava.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pazava.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Dec 2010 06:45:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pazava.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dunia Menginginkan Perdamaian! </title>
		<link>http://pazava.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pazava.wordpress.com/osd.xml" title="Dunia Menginginkan Perdamaian! " />
	<atom:link rel='hub' href='http://pazava.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menuju Indonesiacerdas.com : Menilik Terobosan Industri Seluler dalam Memajukan Pendidikan Indonesia di Tahun 2011</title>
		<link>http://pazava.wordpress.com/2010/12/30/menuju-indonesiacerdas-com-menilik-terobosan-industri-seluler-dalam-memajukan-pendidikan-indonesia-di-tahun-2011/</link>
		<comments>http://pazava.wordpress.com/2010/12/30/menuju-indonesiacerdas-com-menilik-terobosan-industri-seluler-dalam-memajukan-pendidikan-indonesia-di-tahun-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 06:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pazava</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pazava.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Pani Zaristian Vaspintra “Setiap medium baru, merubah kita” &#8212; Mc. Luhan &#8211; Tahun berganti, dari 2010 menuju 2011. Sebagaimana kehidupan personal seseorang, akhir dari sebuah tahun hakekatnya mengundang refleksi dan momen kontemplasi. Cerita dan perjalanan panjang di tahun sebelumnya &#8230; <a href="http://pazava.wordpress.com/2010/12/30/menuju-indonesiacerdas-com-menilik-terobosan-industri-seluler-dalam-memajukan-pendidikan-indonesia-di-tahun-2011/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pazava.wordpress.com&amp;blog=6004792&amp;post=31&amp;subd=pazava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Pani Zaristian Vaspintra</p>
<p><em>“Setiap medium baru, merubah kita” &#8212; Mc. Luhan &#8211;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tahun berganti, dari 2010 menuju 2011. Sebagaimana kehidupan personal seseorang, akhir dari sebuah tahun hakekatnya mengundang refleksi dan momen kontemplasi. Cerita dan perjalanan panjang di tahun sebelumnya menjadi acuan untuk mencari inspirasi guna memperbaiki diri di tahun berikutnya. Hal ini sesungguhnya berlaku juga bagi sebuah bangsa dan bangunan industri yang berkembang di dalamnya. Indonesia sebagai sebuah negara berkembang memiliki ribuan pulau dan ratusan juta penduduk yang menghuninya. Kondisi Indonesia yang sangat beragam dari Aceh hingga Papua mengusung konsep – yang dalam bahasa Benedict Anderson&#8211; <em>imagined community,</em> sebuah komunitas yang dipersatukan oleh ikatan persaudaran yang dibentuk dari perasaan satu yang dimunculkan oleh bentuk-bentuk simbol kebangsaan seperti lagu, bahasa, bendera, dan pemerintahan. Namun, sejatinya manusia, lama kelamaan kesadaran akan pemenuhan kebutuhan dasar yang lebih hakiki mulai terasa jauh lebih penting dari sekedar simbol. Urusan pemersatu pada akhirnya menjadi urusan keadilan dan pemerataan pembangunan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga saat ini, kualitas pendidikan Indonesia masih menjadi topik yang selalu relevan untuk dibicarakan. Bukan saja karena kualitas pendidikan Indonesia masih terus belum beranjak dari kisaran nomor 160-an di urutan dunia, tetapi juga karena rasa “adil” dalam dunia pendidikan itu sendiri yang belum dirasakan di semua wilayah di Indonesia (baca: pemerataan). Maka, secara gamblang, tulisan ini mengarah pada kontemplasi akhir tahun –sekaligus wacana awal tahun&#8211; yang mengusung pertanyaan bagaimana industri seluler mampu berperan aktif dalam upaya memajukan pendidikan di Indonesia? Logikanya, bangsa yang maju tentu memiliki kualitas manusia yang juga maju. Peran industri seluler dalam memajukan pendidikan sebuah negara, dalam jangka panjang, akan memberikan keuntungan berlipat ganda bagi industri itu sendiri: bukan hanya <em>profit</em> jangka pendek, melampau itu, sebuah investasi besar pada sumber daya manusia.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> Masyarakat Era Multimedia<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang sesungguhnya dapat kita pelajari dari kasus terbongkarnya rahasia negara adidaya Amerika Serikat oleh situs WikiLeaks, hingga melahirkan situs serupa di Indonesia? Apa juga yang dapat kita lihat dari status Indonesia sebagai negara <em>facebooker</em> terbesar kedua di dunia setelah AS? Juga tentang fenomena artis Youtube, dimana seseorang dapat melejit menjadi selebriti dalam hitungan detik di dunia maya, hingga menjadi selebriti televisi dalam kurun waktu yang amat singkat? Tidak dapat kita pungkiri bahwa masyarakat kita memang latah, dengan segera mengadopsi sebuah perubahan dari luar hingga menjadikannya <em>trend</em> dengan cepat. Fenomena latah yang menggambarkan pola adopsi masyarakat Indonesia terhadap perkembangan dari luar tentu menyiratkan hal lain. Masyarakat Indonesia mulai berubah. Kecendrungannya adalah teknologi dengan segala temuan dalam perkembangannya telah dan akan terus mempengaruhi pola kehidupan manusia. Jarak dan waktu bukan lagi wacana yang menghampat proses-proses interaksi sosial masyarakat. Dengan internet &#8211;sebagai temuan teknologi informasi terkini&#8211; melalui Facebook, Twitter, YM, Skype, atau penyedia jasa jejaring sosial lainnya, interaksi sosial kian mematikan jarak dan waktu: lebih instan, cepat, meski dangkal.</p>
<p style="text-align:justify;">Fenomena latah tentu saja tidak selamanya negatif, dalam kasus ini (baca: latah teknologi) proses adopsi yang terjadi pada masyarakat Indonesia tentu saja memberikan dampak yang cukup positif. Masyarakat dapat lebih cepat menangkap arus informasi yang berkembang, mengoptimalkan peran teknologi untuk berbagai tujuan: berintraksi hingga berjualan di dunia maya, sampai pada menguak kerahasiaan sebuah institusi, badan negara, atau bahkan kehidupan personal orang lain. Pada titik ini, secara jelas masyarakat dunia memang berubah, lebih tepatnya bertransformasi, termasuk Indonesia. Cara-cara lama konvensional mulai tidak lagi dijamah atau diteruskan, dan mulai merambah pada budaya melek teknologi. Segala sesuatu terasa lebih cepat dan mudah melalui teknologi. Perubahan ini menelurkan sebuah pertanyaan: apakah perubahan ini benar-benar berdampak positif ataukah ia hanya sejenis euphoria latah masyarakat adoptif? Jika benar memiliki kontribusi positif, seharusnya dampak tersebut dapat lebih dimaksimalkan untuk meningkatkan elemen kehidupan bangsa. Dalam hal ini, menghubungkan masyarakat era multimedia dengan elemen pendidikan sebuah negara kiranya mampu menjadi benang merah dalam rangka menggagas dampak yang lebih riil atau nyata dari sebuah perkembangan teknologi informasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> Belajar dari Facebook dan Youtube</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menghubungkan masyarakat era multimedia dengan peningkatan pendidikan di Indonesia memerlukan terobosan-terobosan dan analisis kreatif guna memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Kecendrungan masyarakat menggunakan situs jejaring sosial dapat menjadi bahan analisis yang pertama. Membuat dan meng-<em>update</em> <em>status</em>, memberikan <em>comment</em>, dan membalas kembali <em>comment</em> sesungguhnya menegaskan kepada kita budaya dialog dalam diri manusia itu sangat lah besar. Seseorang yang memberikan sebuah pernyataan tentu saja melahirkan rangkaian tanggapan yang beragam dari orang lain. Pola menyatakan pernyataan—memberikan tanggapan—dan menanggapi kembali adalah ritus dialogis dalam budaya belajar manusia yang paling hakiki. Seseorang, sejatinya, tidak dapat dengan mudah menerima informasi sebelum ia memahami sepenuhnya isi dan pemaknaan dalam informasi itu. Situs jejaring sosial yang memberikan pola semacam ini hanya merupakan penegas dan pengingat, bahwa pola dialog semacam ini adalah model belajar yang paling rasional dan akomodatif dalam masyarakat demokratis. Konsep ini sebenarnya “menyentil” pola pendidikan Indonesia yang sampai saat ini masih bersifat satu arah, dan belum menempatkan unsur dialog sebagai ritus pembelajaran yang utama. Analisis ini mungkin dapat menjadi jawaban mengapa <em>trend </em>situs jejaring sosial begitu besar justru pada generasi peserta didik, mulai dari sekolah dasar hingga universitas. Ketika di lembaga pendidikan, peserta didik tidak dapat mengekpresikan diri dan hanya mengikuti model pembelajaran instruktif satu arah, situs jejaring sosial menjadi “digandrungi” sebagai semacam angin segar dimana ruang dialog dirasa sangat terbuka dan santai!</p>
<p style="text-align:justify;">Analisis kedua sebenarnya dapat dilihat dari fenonema <em>trend</em> Youtube di kalangan generasi muda. Kasusnya pun sama dimana generasi muda dapat mengekpresikan diri secara bebas –kali ini dalam bentuk video&#8211;. Fenomena seseorang yang mendadak menjadi selebritis yang berawal melalui Youtube sesungguhnya memberikan pemaknaan yang berbeda. Youtube, sebagai salah satu situs penyedia layanan unggah-unduh video secara bebas memberikan ruang terbuka bagi siapa pun untuk berkreasi dan memperkenalkan kreasinya kepada khalayak ramai. Seseorang dapat dengan mudah membuat sebuah video dengan jenis apapun, kemudian mengunggahnya melalui situs tersebut dan mendapatkan <em>feedback</em> berupa komentar atau bahkan <em>rating</em> seberapa besar hasil kreasinya disukai penonton. Hal ini tentu menyiratkan lagi satu hal, bahwa Youtube sebagai salah satu situs sosial di dunia maya mampu memberikan ruang bagi kreasi siapa saja, menjadikannya dikenal dan mendapatkan komentar balik yang notebene-nya dapat membangun bagi sang kreator. Ritus semacam ini sebenarnya menegaskan lagi kepada kita bahwa fenomena Youtube sesungguhnya berdekatan dengan fakta kualitas pendidikan tanah air. Pertanyaannya, sudahkah pola pendidikan di Indonesia memberikan ruang kreasi bagi semua peserta didiknya? Jika kelulusan seorang peserta didik ditentukan sepenuhnya oleh hasil ujian beberapa mata pelajaran yang bahkan tidak ia gemari, maka apakah sistem pendidikan ini telah memberikan ruang kreasi bagi setiap individu dan menghargai setiap karya yang dihasilkan?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> Sebuah Terobosan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 2008, untuk pertama kalinya saya mencoba apa yang dinamakan sebagai “global lecture”: Kuliah, akan tetapi tanpa ruang kelas! Yang harus saya lakukan hanya lah menyiapkan fasilitas komputer dengan perangkat <em>webcam</em>, <em>headset</em>, serta <em>microphone</em> lalu terhubung dengan koneksi internet. Ketika tersambung, saya masuk pada situs soliya.net. Pada situs tersebut, seketika imaji saya tentang ruang kelas yang kaku berupa bangku perkuliahan dengan dosen yang berdiri di depan berganti rupa menjadi ruang multimedia yang mampu menghubungkan saya dengan mahasiswa dari berbagai penjuru dunia. Dengan visualisasi berupa kotak-kotak kecil berisi wajah teman satu “kelas” dan fasilitas <em>chat-box</em>,<em> </em>saya telah mampu melaksanakan komunikasi dan diskusi dengan teman-teman dari benua Asia, Afrika, Amerika, bahkan Eropa. Dengan dipandu oleh seorang fasilitator, diskusi hangat dalam bentuk <em>teleconference</em> terasa sangat menantang melampaui batas-batas kenegaraan. Bentuk penugasan dalam program ini juga sangat lah unik, yaitu memanfaatkan situs jejaring sosial <em>Facebook</em> sebagai media perantara komunikasi antar peserta ketika <em>offline</em> atau “kelas” tidak sedang berlangsung dan sebagai medium melaksanakan survei dan wawancara antar peserta dari berbagai benua Hasil akhir penugasan juga tidak diharuskan dalam bentuk format kaku berupa <em>working paper</em> atau karya tulis, melainkan video kreatif yang diciptakan sendiri oleh para peserta.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya, pengalaman tersebut memberikan arti yang lebih nyata dari sebuah terobosan teknologi informasi dengan dunia pendidikan. Sesuatu yang dahulu sangat sulit dibayangkan bahwa saya pada akhirnya bisa bercakap-cakap, berdiskusi, dan belajar langsung dengan teman-teman dari Yaman, Korea, serta Amerika Serikat, meski saya berada di Yogyakarta, Indonesia. Program tersebut bernama Soliya Connect Program.<a href="#_ftn1">[1]</a> Sebuah program yang digagas pertama kali di Amerika Serikat, dan hingga kini berhasil dilaksanakan di banyak negara maju dan berkembang dalam bentuk kerjasama dengan berbagai universitas di dunia. Program ini sebagai bentuk nyata pemanfaatan teknologi informasi dalam rangka pengembangan inovasi pada dunia pendidikan. Program Soliya dalam bentuk <em>global lecture</em> telah secara eksplisit memberikan kata kunci bagaimana industri seluler dapat berperan dalam memajukan kualitas pendidikan suatu negara, yakni dalam bentuk terobosan inovasi pendidikan. Secara sederhana, peran industri seluler adalah tentu sebagai penyedia jasa layanan internet <em>mobile</em> yang mampu menjadi prasyarat mutlak dijalankannya program. Seiring dengan kualitas layanan internet <em>mobile</em> yang terus berkembang di dalam negeri, kedepan, program serupa akan dapat diimplementasikan dalam bentuk kerjasama antar universitas di Indonesia. Sebuah gagasan untuk dapat menyatukan para pelajar dari berbagai penjuru daerah di Indonesia! Akan tetapi, melihat kecendrungan terobosan-terobosan dunia teknologi informasi yang terus melesat maju, peran industri seluler tidak berhenti sampai disini, tentu akan terus berkembang melebihi perannya sebagai penyedia jasa layanan internet.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em> Sharing Knowledge Community</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana fenomena <em>blog</em>, sejak kemunculannya di pertama kali, situs-situs ini berhasil memberikan ruang bagi siapa pun untuk bisa menunjukkan hasil karya dan tulisannya. Para <em>blogger</em> telah berhasil merubah pola bacaan dan sastra di Indonesia. Orang tidak lagi merasa kaku dalam menulis karena semua orang mulai memiliki ruang untuk mengekpresikan pelbagai jenis tulisannya. Sastra pun tidak lagi terlihat sangat elit dan tak tersentuh, semua orang bisa memiliki ruang untuk mengembangkan karya dan sastranya masing-masing. Dari fenomena tersebut, lahir lah apa yang kini dikenal banyak orang sebagai <em>citizen journalism</em>. Pola yang sama ini lah sesungguhnya mulai ditunjukkn oleh <em>trend </em>pengguna manfaat perkembangan teknologi informasi. Yaitu, merubah yang kaku menjadi luwes, menghubungkan yang jauh menjadi dekat, serta merealisasikan sesuatu yang dahulu sulit menjadi mungkin. Hal ini pula yang sejatinya ditunjukkan oleh Facebook, Youtube, dan gagasan <em>global lecture</em> dalam Soliya Connect Program. Semacam ironi dan kritik di akhir tahun, bahwa sesungguhnya pendidikan itu hakekatnya transformatif, inklusif, dan membebaskan. Maka, apa yang bisa dipelajari dari kasus ini? Pola penggunaan situs jejaring sosial dan optimalisasi peran teknologi informasi di atas sesungguhnya menunjukkan dengan jelas elemen transformasi dan inovasi dalam dunia pendidikan di tanah air. Fenomena ini seharusnya juga mampu menjadi penanda untuk mulai merubah pola berpikir pemangku dan penggagas kebijakan dunia pendidikan: bahwa pendidikan sudah saatnya trnasformatif, inovatif, dan kreatif!</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat fenomena di atas, kecendrungan penggunaan situs sosial di dunia maya dan pemanfaatan temuan teknologi informasi akan terus berkembang. Dalam pola semacam semacam ini, penulis menyebut pengguna situs jejaring sosial dan pemanfaat inovasi teknologi sebagai “sharing knowledge community”: sebuah komunitas berbagi pengetahuan yang bergerak pada tataran dunia maya. Komunitas dalam ruang tanpa batas yang mampu merealisasikan upaya tukar pendapat dan informasi serta berbagi kreasi dan inovasi. <em>Trend</em> ini lah yang sesungguhnya memberikan kunci syarat yang amat jelas bagi perkembangan pendidikan Indonesia ke depan, yaitu dimana penggunaan perangkat teknologi informasi dan pola perubahan pendidikan akan sangat menentukan kualitas kemajuan pendidikan suatu negara. Pendidikan tidak lagi dipahami sebatas proses belajar pasif dalam ruang kelas, ia mulai mengarah pada perubahan transformatif yang aktif dan dinamis dengan menghilangkan sekat-sekat ruang dan waktu. Maka, pola kemajuan pendidikan akan berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi informasi. Pendidikan dengan pola <em>sharing knowledge</em> sesungguhnya mendekati ritus kebiasaan belajar manusia yang paling hakiki, karena menempatkan proses dialog dan berbagi pengetahuan sebagai basis utamanya. Masyarakat era multimedia memerlukan transformasi model pendidikan yang lebih inovatif, yang mengunggulkan esensi <em>sharing knowledge</em> dan kebebasan berekspresi untuk dihargai sesuai dengan potensi dan keunggulan masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> Inovasi Dunia Pendidikan dan Peran Industri Seluler ke Depan<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan ini, tentu saja model pendidikan yang digagas oleh pemerintah sudah saatnya bertransformasi. Peserta didik sudah saatnya tidak hanya dikenalkan dengan temuan terbaru dunia teknologi informasi, akan tetapi lebih diarahkan untuk mampu memanfaatkannya secara optimal. Model pendidikan yang diusung oleh pemerintah harus memadukan antara pemanfaatan perkembangan teknologi informasi dengan ritus “sharing knowledge’ sebagai pola pembelajarannya. Sulit dibayangkan apabila dunia pendidikan Indonesia hanya memanfaatkan temuan teknologi informasi tanpa mengubah paradigma model kependidikannya. Ibarat mendayung dengan kapal pesiar! Latah mengadopsi tapi tidak cukup cerdas mengoptimalisasi! Model perkembangan pendidikan Indonesia harus mulai melihat <em>beyond the surface</em> dan berpikir dari luar kotak <em>mainstream</em>. Pendidikan tidak harus selalu berupa model pengajaran konvensional dalam kelas, ia bisa berupa <em>class conference</em> antar sekolah dimana para siswa tidak diharuskan berkumpul dalam ruang kelas yang sama karena teknologi <em>teleconference</em> yang memungkinkan merealisasikan ide tersebut. Atau juga ujian sekolah atau nasional tidak lagi bersifat kaku berupa <em>paper-based</em> dengan bentuk soal-jawab, ia bisa berupa penelitian pribadi atau kelompok yang digarap dengan teknologi audio-visual yang hasilnya di unggah pada situs sekolah atau kelompok belajar. Pada akhirnya pemanfaatan temuan teknologi informasi, selain memberikan bentuk baru pada dunia pendidikan, juga memberikan dampak lebih ramah pada lingkungan, seperti pada penggunaan kertas yang kian berkurang.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat kecendrungan tersebut, sangat jelas dimana industri seluler dapat berperan dalam memajukan kualitas pendidikan Indonesia. Pertama, dalam rangka mewujudkan <em>Sharing Knowledge Community</em> di Indonesia diperlukan perangkat teknologi informasi yang tidak hanya bisa diakses oleh penduduk kota besar Indonesia. Kehadiran kemajuan teknologi informasi juga harus mampu dirasakan merata oleh seluruh masyarakat Indonesia hingga ke pelosok tanah air. Dengan begitu, hakekat keadilan dan pemerataan manfaat teknologi dapat memberi arti bagi semua masyarakat. Konsep berbagi pengetahuan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat kota besar, tetapi juga desa dan pedalaman Indonesia, tentu saja hal ini harus dibarengi dengan upaya sosialiasi yang juga massif dan merata. Lebih lanjut, penyebaran piranti teknologi informasi ke seluruh negeri juga harus dibarengi dengan kualitas yang terus meningkat. Pada kenyataannya, akses teknologi informasi di perkotaan masih jauh lebih stabil dan berkualitas dibandingkan di wilayah daerah dan pedesaan. Jika diteruskan, hal ini sama dengan memberikan keadilan setengah hati. Maka, diperlukan upaya serius pegiat industri seluler untuk merealisakan konsep keadilan yang nyata bagi semua wilayah di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, dalam rangka memajukan kualitas pendidikan di tanah air, peran Industri seluler tidak akan bisa lepas dari kerjasama dengan pemerintah. Perkembangan teknologi informasi pada industri seluler akan semakin meningkat. Kenyataannya, saat ini industri seluler mulai meningkatkan kualitas layanannya dengan terus melejitkan performa melalui jaringan yang ada. Perkembangan terbaru berupa generasi ke-empat atau 4G melalui LTE (<em>Long Term Evolution</em>) adalah memang temuan terbaru dan terbaik untuk industri seluler saat ini. Akan tetapi ke depan, masih dimungkinkan penemuan-penemuan yang lebih baik akan segera bermunculan. Industri seluler akan terus berinovasi dan melahirkan kreasi! Oleh karena itu, melihat kecendrungan ini, pemerintah sudah seharusnya mengambil inisiatif dan terobosan kreatif dalam menggaet industri inovatif ini untuk melakukan kerjasama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air. Jika hal ini mampu dilaksanakan, model pendidikan di Indonesia akan menemuan pola yang kreatif dan mampu melejitkan kualitas pendidikan tanah air. Sebagai otoritas resmi di sebuah negara, peran pemerintah tentu masih cukup dominan menentukan langkah ke depan bagi kemajuan pendidikan di tanah air. Industri seluler tentu siap menjajaki kemungkinan-kemungkinan kerjasama yang bisa dilaksanakan bagi kemajuan sebuah negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika dirunutkan, industri seluler sesungguhnya telah melahirkan dua terobosan dalam memajukan kualitas pendidikan di Indonesia. Yang pertama adalah kehadiran generasi cerdas Indonesia dalam wadah masyarat era multimedia yang bergerak dengan pola “sharing knowledge community” yang mengusung nilai-nilai keterbukaan informasi, wilayah yang setara dan dialogis, serta kebebasan berekspresi dan mengapresiasi. Sementara yang kedua adalah peluang-peluang untuk menghadirkan pola pendidikan non-konvensional di masa depan yang lahir dari adanya kerjasama industri seluler dan otoritas pemerintah. Dunia pendidikan akan semakin berkembang dan mencari pola baru yang lebih inovatif dan kreatif dalam rangka menciptakan inovasi kreatif yang lebih inklusif dan menghargai setiap potensi individu. Siapa yang tahu apabila dikemudian hari imajinasi yang dibayangkan oleh industri film Hollywood dimana setiap manusia telah benar-benar dapat bepergian ke luar angkasa, di saat itu konsep belajar seperti “kelas dan sekolah” tidak lagi berbentuk ruang, melainkan pertemuan-pertemuan pada dunia maya. Dunia akan terus berubah, teknologi akan semakin berevolusi, dan pada waktunya Indonesiacerdas.com akan benar-benar menjadi nyata!</p>
<div>
<hr size="1" />
<div>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref1">[1]</a> Informasi lebih lanjut dan gambaran yang lebih jelas mengenai program ini, dapat dilihat di situs <a href="http://www.soliya.net/">www.soliya.net</a></p>
<p style="text-align:justify;">Catatan: Tulisan ini terinspirasi dari artikel dalam surat kabar Kompas, edisi 26 Desember 2010 berjudul &#8220;Menuju Indonesia.com&#8221; (Materi dalam tulisan ini tentu saja memiliki substansi yang berbeda) dan diikutkan pada ajang kompetisi XL Awards 2010 yang diselenggarakan oleh PT. XL Axiata, Tbk. Penulis adalah alumni Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fisipol, UGM.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pazava.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pazava.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pazava.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pazava.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pazava.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pazava.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pazava.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pazava.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pazava.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pazava.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pazava.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pazava.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pazava.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pazava.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pazava.wordpress.com&amp;blog=6004792&amp;post=31&amp;subd=pazava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pazava.wordpress.com/2010/12/30/menuju-indonesiacerdas-com-menilik-terobosan-industri-seluler-dalam-memajukan-pendidikan-indonesia-di-tahun-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/382d2b2ac8a5f40f90aef70e432cea1d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pazava</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>To Those who were born as a special and different!</title>
		<link>http://pazava.wordpress.com/2010/12/28/to-those-who-were-born-as-a-special-and-different/</link>
		<comments>http://pazava.wordpress.com/2010/12/28/to-those-who-were-born-as-a-special-and-different/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Dec 2010 12:38:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pazava</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pazava.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[It is the lyric of a song. I found the soul within it. It might be so great inspiring for you as it have done to me. I am writing it as note to share and get a part of &#8230; <a href="http://pazava.wordpress.com/2010/12/28/to-those-who-were-born-as-a-special-and-different/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pazava.wordpress.com&amp;blog=6004792&amp;post=26&amp;subd=pazava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>It is the lyric of a  song. I found the soul within it. It might be so great inspiring for you  as it have done to me. I am writing it as note to share and get a part  of creating more peaceful and colorful world&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>_______________________________________</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>I  didn&#8217;t realize it till now,</p>
<p>that our cold, self-righteous words  could hurt you so.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>I was taught very young,</p>
<p>by those  who came before me,</p>
<p>to fear and condemn.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The things  I don&#8217;t know.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>There is fear in the hearts of those who  would change you,</p>
<p>fear the light that shines from you.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>They  don&#8217;t know that light was designed by God,</p>
<p>who gave it a  brilliant and beautiful hue.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>And to those who would change  you or send you away,</p>
<p>You must proudly stand your ground and say:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;I  was put on this Earth as I am.</p>
<p>I was born with my own special  blessings.</p>
<p>I let them shine and not give a damn.</p>
<p>I was put  on this Earth as I am.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>There is envy in those who  recklessly judge you,</p>
<p>wishing their hearts could love like yours.</p>
<p>They  don&#8217;t understand,</p>
<p>they can reach within and find all the love,  forgiveness restore.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>And to those who condemn you with  fury and shame,</p>
<p>you must strongly plant your feet and proclaim:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;I  was put on this Earth as I am.</p>
<p>I was put here to live as His  creation.</p>
<p>And I know I&#8217;m loved in virtue and sin.</p>
<p>I&#8217;m calm  and content within my own skin.</p>
<p>I was put on this earth as I am.</p>
<p>I  was born with my all special blessings.</p>
<p>I was put on this Earth  as I am&#8221;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>_______________________________________</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Five  days to 30th of September 2010 / Six days to 1st of October 2010)</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pazava.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pazava.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pazava.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pazava.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pazava.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pazava.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pazava.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pazava.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pazava.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pazava.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pazava.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pazava.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pazava.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pazava.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pazava.wordpress.com&amp;blog=6004792&amp;post=26&amp;subd=pazava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pazava.wordpress.com/2010/12/28/to-those-who-were-born-as-a-special-and-different/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/382d2b2ac8a5f40f90aef70e432cea1d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pazava</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://pazava.wordpress.com/2008/12/31/hello-world/</link>
		<comments>http://pazava.wordpress.com/2008/12/31/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 05:08:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pazava</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pazava.wordpress.com&amp;blog=6004792&amp;post=1&amp;subd=pazava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pazava.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pazava.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pazava.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pazava.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pazava.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pazava.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pazava.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pazava.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pazava.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pazava.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pazava.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pazava.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pazava.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pazava.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pazava.wordpress.com&amp;blog=6004792&amp;post=1&amp;subd=pazava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pazava.wordpress.com/2008/12/31/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/382d2b2ac8a5f40f90aef70e432cea1d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pazava</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
